Jumat, 14 November 2014

Dua: Maryamah Karpov, Andrea Hirata

"... Ilmu, kawan, sekali lagi ilmu, dapat membuat sesuatu jadi mencengankan." -305-

"... semangat dan ilmu dapat menaklukkan apa pun." -355-

"Siapa yang menabur senyum. Dialah yang akan menuai cinta." -410-
   "... Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil risiko untuk mencoba hal-hal yang baru!" -440-

"... seseorang yang menjadi sumber kekuatan terbesar adalah pula sumber kelemahan terbesar." -456-

Satu: Ayat Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy

Gambar: cagar.mywapblog.com
"Dalam sejarahnya kejahatan selalu dilancarkan dengan segala cara. Dan kebenaran selalu dipertahankan dengan cara-cara yang jantan dan bersih," -346-

"Namun kau jangan kecil hati Fahri, di atas segalanya Allahlah yang menentukan. Daya dan Kekuatan manusia tiada berarti apa-apa di hadapan kemahakuasaan Allah. Jika Dia berkehendak apa pun bisa terjadi." -350-

Kamis, 06 November 2014

Gerimis yang Menggoda

Bandung sore itu diguyur hujan deras. Entah sebuah kaberuntungan atau bukan, hari itu dosen kami memutuskan untuk tak masuk kelas. “Bapak mendapat kendala di perjalanan, perkuliahan dipindah ke hari Selasa”, demikian isi sebuah pesan singkat yang diterima oleh ketua kelas kami. Kelas ditiadakan. Tak munafik, kami pun senang walau ada sedikit kekecewaan karena ‘perjuangan’ menembus hujan untuk sampai ke tempat kami menuntut ilmu pun ternyata nampaknya sia-sia.
Hujan belum benar-benar reda. Gerimis di sore hari. Yang aku suka setelah embun di pagi hari dan bintang di malam hari.
Kami pun memutuskan untuk pulang. Sepanjang perjalanan kami saling bertukar cerita, mencurah isi hati. “Ada akhwat sama ikhwan, mereka itu udah lama deket. Tapi, akhirnya ikhwan itu malah nikah sama akhwat yang lain. Nah, itu yang aku takutin.”, kata sahabatnya agak berbisik. Berbisik. Berbisik karena takut. Takut ketakutannya diketahui yang lain. Entah siapa, aku pun tak tahu. Nampaknya dengan gerimis sore itu sekalipun ia tak mau berbagi kisahnya. Dengan sangat hati-hati aku mengatakannya “Lalu, bagaimana jika kita ingin dengan sahabat kita sendiri?”.


-ANa-

Semangat, De!

“Semangat, De!” begitu katamu.
Kamu yang dulu sering bertukar kabar dan cerita. Sekarang, setelah dua tahun menghilang, tiba-tiba datang menyapa, membuat sebuah kejutan. Ya! Meski tak banyak yang diperbincangkan, tetapi aku cukup senang. Meski kamu agak dingin, tetapi kata penutup darimu cukup manis menurutku. “Semangat De!” begitu katamu. Dingin dan manis, seperti es krim.


Kamu yang aku sendiri tak tahu rupamu, tak kenal suaramu. Karena aku dan kamu tak pernah bertemu sekali pun. Aku mengenalmu, ya meskipun sebenarnya hanya sebatas tahu. Aku mengenalmu dua tahun yang lalu. kamu adalah teman dari temanku. Aku mengenalmu karena temanku memintaku untuk mau menjadi temanmu. Aku tak tahu apa maksudnya, tapi aku tak punya alasan untuk menolak sebuah pertemanan.


Dua tahun tak ada kabar, aku kira kamu ditelan bumi atau hijrah ke luar angkasa. Aku kira kamu sudah lupa padaku. O tidak, aku kira aku yang lupa padamu karena selama itu pula aku tak pernah menyapa. Ah, kamu masih ingat padaku. Buktinya kamu yang duluan menyapaku. Bagimu mungkin tak ada yang istimewa, tapi bagiku itu sesuatu yang luar biasa. Terima kasih.

Tentang Manusia

Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya
(Q.S. At Tiin)
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
dan demi bukit Sinai,

Manusia diilhami Allah jalan yang buruk dan jalan yang baik
(Q.S. Asy Syams)

Hidup manusia penuh pengorbanan
(Q.S. Al Balad)

Manusia mengalami proses kehidupan tingkat demi tingkat
(Q.S. Al Insyiqaq)

Manusia menjadi jahat karena merasa cukup
(Q.S. Al ‘Alaq)

Manusia menjadi kikir karena tamaknya kepada harta
(Q.S. Al ‘Adiyat)

Kemakmuran dan ketenteraman seharusnya menjadikan orang berbakti kepada Allah
(Q.S. Al Quraisy)

Usaha manusia adalah bermacam-macam, yang terpenting ialah mencari keridaan Allah
(Q.S. Al Lail)

Salah satu watak manusia yang buruk
(Q.S. Az Zumar)

Segi kezaliman dan kebodohan manusia ialah mau menerima tugas, tetapi tidak melaksanakannya
(Q.S. Al Ahzaab)

Semua perbuatan manusia dicatat oleh malaikat dan akan mendapat balasan yang seimbang
(Q.S. Al Infithar)

Perbuatan manusia, baik atau buruk, kembali kepada dirinya
(Q.S. Al Jaatsiyah)

Penyesalan manusia yang tenggelam dalam kehidupan duniawi di hari kiamat
(Q.S. Al Fajr)

Masing-masing manusia hanya memikul kesalahannya sediri
(Q.S. Al Faathir)

Anggota tubuh manusia akan menjadi saksi di hari kiamat terhadap perbuatan di dunia
(Q.S. Fushshilat)


Tentang Satu Nama

Tak tahu nama
Apalagi wataknya
Yang dia suka maupun tidak
Aku tak tahu apa
Yang ku tahu darinya
hanyalah rupa

Ketika ku dengar satu nama
dengan ciri-ciri yang sama
Hatiku berbunga-bunga
Akhirnya ku tahu namanya

Tapi... apakah itu dirinya?
Ah, ternyata aku tak yakin itu dia
Karena aku tak melihat rupanya

-ANa-

Menjadi Kita

Aku tahu kau sedang tak ingin bercanda
Aku hanya ingin sedikit mencairkan suasana

Aku tahu kau sedang menanti 'ya' atau 'tidak'
Aku tahu kau hanya menginginkan 'ya'

Mengubah 'kau dan aku' menjadi kita

-ANa-